Jelajahi pesona Gedung Warenhuis, supermarket pertama di Medan yang dibangun sejak 1916. Saksi bisu kemegahan arsitektur kolonial di Medan.
Gedung Warenhuis Supermarket Perintis di Kota Medan
Gedung Warenhuis bukan sekadar bangunan tua yang berdiri di sudut kawasan Kesawan. Ia adalah saksi bisu kejayaan ekonomi Kota Medan pada awal abad ke-20 dan merupakan tonggak sejarah ritel modern di Pulau Sumatera.
1. Sejarah Pembangunan
Gedung Warenhuis (dalam bahasa Belanda berarti “Rumah Dagang” atau “Toserba”) mulai dibangun pada tahun 1916 dan diresmikan pada tahun 1919 oleh Walikota Medan pertama, Daniel Baron Mackay.
Bangunan ini dimiliki oleh seorang pengusaha Jerman dan dirancang oleh arsitek Belanda ternama, G.H. Mulder. Kehadiran gedung ini menandai masa keemasan Medan sebagai pusat perkebunan tembakau dunia yang dijuluki sebagai “Het Parijs van Sumatra” (Parisnya Sumatera).
Dewasa ini Travel Agent Medan menjadikan bangunan ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Medan. Program Paket Tour Medan khususnya bagi wisatawan pecinta gedung bersejarah akan mengunjungi gedung ini sesuai program tour yang mereka minta.
2. Supermarket Pertama di Medan (dan Sumatera)
Pada masanya, Gedung Warenhuis adalah Department Store pertama dan termegah di Kota Medan. Sebelum adanya mall modern seperti Medan Fair Plaza, Sun Plaza dan lain-lain, masyarakat elit kolonial, pengusaha perkebunan (tuan tanah), dan warga kelas atas mencari kebutuhan gaya hidup di sini.
Warenhuis menjual berbagai barang mewah mulai dari pakaian, kain, hingga kebutuhan rumah tangga yang diimpor langsung dari Eropa. Sistem penjualannya yang terorganisir per departemen menjadikan gedung ini sebagai pelopor konsep belanja modern di Sumatera Utara.
3. Arsitektur yang Ikonik
Wisatawan Eropa yang merupakan pecinta bangunan kuno tertarik dengan bangunan Warenhuis. Mereka mengambil program Paket Wisata Medan dengan permintaan khusus mengunjungi Gedung Warenhuis. Secara arsitektural. Gedung Warenhuis memiliki ciri khas gaya Art Deco dengan sentuhan kolonial yang sangat kental. Ciri khas utamanya meliputi:
- Struktur Bangunan: Memiliki dua lantai dengan balkon yang luas.
- Material: Lantainya menggunakan ubin motif kuno, dan dindingnya sangat tebal yang khas dengan bangunan Belanda agar suhu di dalam tetap sejuk.
- Detail Fasad: Jendela-jendela besar yang berfungsi sebagai pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
- Menara Kecil: Di sudut bangunan terdapat struktur menyerupai menara kecil yang menambah kesan megah dan menjadi vantage point untuk melihat kawasan Kesawan.
4. Lokasi yang Strategis
Gedung ini terletak di persimpangan Jalan Ahmad Yani (dulu Kesawan Street) dan Jalan Hindu, Medan Barat. Lokasinya sangat strategis karena berada di jantung kawasan Kesawan, yang merupakan pusat bisnis tertua di Medan. Area ini dikelilingi oleh bangunan bersejarah lainnya seperti Tjong A Fie Mansion dan Kantor Pos Besar Medan.
5. Masa Kelam dan Revitalisasi
Setelah masa kemerdekaan, gedung ini sempat berpindah tangan berkali-kali dan fungsinya sempat dialihkan menjadi kantor hingga gudang. Bahkan, gedung ini pernah mengalami kebakaran hebat dan terbengkalai selama puluhan tahun hingga ditumbuhi semak belukar.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Walikota Bobby Nasution mulai melakukan revitalisasi besar-besaran. Gedung Warenhuis kini sedang dipugar untuk dikembalikan kemegahannya tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Rencananya, gedung ini akan difungsikan kembali sebagai pusat kreatif (creative hub), tempat berkumpulnya UMKM, dan pusat kebudayaan.
6. Daya Tarik Wisata Saat Ini
Bagi wisatawan yang Tour ke Medan, Gedung Warenhuis menawarkan:
- Wisata Sejarah: Mempelajari perkembangan ekonomi Medan di masa lalu.
- Fotografi: Fasad gedung yang rustic dan bersejarah menjadikannya salah satu spot foto paling favorit bagi fotografer street photography dan pasangan yang melakukan pre-wedding.
- Kawasan Pedestrian: Terletak di area Kesawan City Walk yang nyaman untuk berjalan kaki di sore dan malam hari.
Informasi Ringkas:
- Nama: Gedung Warenhuis (Varenhuis)
- Alamat: Jl. Ahmad Yani No.97 / Jl. Hindu, Kesawan, Kota Medan.
- Tahun Berdiri: 1916 (Diresmikan 1919).
- Arsitek: G.H. Mulder.
- Status: Cagar Budaya Kota Medan.
Gedung Warenhuis adalah simbol dari kemajuan zaman yang tetap bertahan di tengah modernitas. Mengunjungi gedung ini membawa kita kembali ke masa seratus tahun lalu, saat Medan mulai menancapkan taringnya sebagai kota metropolis di Hindia Belanda.
Objek Wisata Lain di Kota Medan
Anda dapat mengunjungi beberapa objek wisata menarik lainnya di Kota Medan:
- Central Park Zoo: pusat permainan dan kolam renang serta mini zoo di Pancur Batu, Deli Serdang. Lokasinya tidka jauh dari Kota Medan ke arah Berastagi.
- Restoran Tip Top: salah satu restoran tertua di Kota Medan yang menawarkan European Cuisine dan seafood terbaik di daerah Kesawan.
- Stasiun Kereta Api Medan: objek wisata sejarah yang merupakan stasiun kereta api tye A di pusat Kota Medan. Dari stasiun ini anda dapat bepergian ke beberapa daerah di Sumatera Utara.
- Istana Maimun; istana peninggalan Kerajaan Melayu yang dibangun tahun 1888 oleh Raja Sultan Mahmud Al-Rashid. Saat ini menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kota Medan.
Informasi Wisata Lain
Paket Wisata BerastagI
Open Trip Danau Toba
Paket Tour Taman Simalem Resort
Paket Wisata Danau Toba
Paket Tour Samosir
Paket Wisata Danau Toba Dari Silangit
Sewa Bus Pariwiata Medan
Baca Juga:
Museum Rahmat Gallery | Wisata Edukasi Satwa Terbaik di Medan
Taman Buaya Medan | Penangkaran Buaya Terbesar di Indonesia
Kota Tua Kesawan | Menelusuri Jejak Sejarah “Paris van Sumatra”