Jelajahi Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Tempat belajar mengenal ribuan spesies hewan dunia yang diawetkan secara artistik.
Koleksi Satwa Unik Berbagai Negara di Museum Rahmat Gallery
Rahmat International Wildlife Museum & Gallery (sering disebut sebagai Rahmat Gallery) bukan sekadar museum biasa. Terletak di jantung Kota Medan, Sumatera Utara, tempat ini merupakan museum satwa liar pertama di Asia Tenggara dan yang terbesar di Asia. Museum ini menyajikan ribuan koleksi satwa dari berbagai belahan dunia yang telah diawetkan secara artistik dan edukatif.
Program Paket Wisata Medan dengan fokus utama wisata edukasi menjadi market utama Museum Rahmat Gallery ini. Semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk mempresentasikan koleksi yang ada di sini telah dilengkapi. Wisatawan akan dengan mudah mencerna dan memahami koleksi yang ada di dalam museum.
1. Mengenal Sang Pionir: Dr. H. Rahmat Shah
Museum ini didirikan oleh Dr. H. Rahmat Shah, seorang pengusaha, petualang, sekaligus konservasionis ternama asal Sumatera Utara. Kecintaannya pada alam dan satwa liar membawanya menjelajahi berbagai benua. Semua koleksi di museum ini berasal dari perburuan legal yang mengikuti standar internasional yang ketat (CITES). Sebagian di antaranya bersumber dari pemberian berbagai lembaga dan individu, di mana satwa tersebut telah mati secara alami atau legal.
Saat ini Rahmat Gallery memiliki kerja sama dengan berbagai institusi seperti sekolah-sekolah termasuk juga Travel Agent Medan yang mengoperasikan program Paket Tour Medan. Dengan demikian, travel agent akan menawarkan kujugan ke tempat ini dengan cara memasukkan program kunjungan di dalam itinerary mereka.
2. Koleksi Satwa dari Lima Benua
Memasuki Rahmat Gallery, wisatawan yang ikut dalam program Tour ke Medan akan merasa seolah sedang berkeliling dunia. Koleksinya mencakup lebih dari 2.600 spesies satwa, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Beberapa zona unggulan yang menjadi favorit pengunjung antara lain:
- The African Big Five: Menampilkan lima mamalia besar Afrika yang legendaris, yaitu Gajah, Badak, Singa, Macan Tutul, dan Kerbau Liar.
- Birds of Paradise: Galeri yang memamerkan keindahan berbagai jenis burung dari seluruh dunia dengan bulu-bulu yang masih terlihat sangat alami.
- Night Safari: Ruangan yang didesain khusus menyerupai suasana hutan di malam hari. Lengkap dengan suara-suara alam dan pencahayaan dramatis, memperlihatkan aktivitas satwa nokturnal.
- Reptile & Insect Gallery: Menampilkan berbagai jenis ular, kadal, hingga ribuan koleksi kupu-kupu dan serangga unik dengan warna-warna memukau.
3. Konsep Diorama yang Realistik
Keunggulan utama Rahmat Gallery adalah penyajiannya yang menggunakan konsep Diorama. Setiap satwa ditempatkan dalam latar belakang yang menyerupai habitat aslinya. Lengkap dengan tumbuhan, bebatuan, dan pencahayaan yang mendukung. Hal ini memberikan pengalaman visual yang luar biasa bagi pengunjung, seolah-olah melihat hewan tersebut langsung di alam liar.
4. Pusat Edukasi dan Konservasi
Museum ini menjadi destinasi wisata edukasi favorit bagi pelajar, mahasiswa, dan keluarga. Melalui slogan “Prevention is better than cure” (Mencegah lebih baik daripada mengobati), Rahmat Gallery berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Hal ini dimaksudkan agar spesies-spesies indah ini tidak hanya tinggal sejarah atau sekadar pajangan di museum di masa depan.
5. Fasilitas dan Lokasi
Museum ini dikelola secara profesional dengan fasilitas yang lengkap, termasuk:
- Ruang perpustakaan tentang satwa liar.
- Toko suvenir yang unik.
- Kafe dan restoran untuk bersantai.
- Ruang serbaguna untuk pertemuan.
Lokasi: Jl. Letjen S. Parman No. 309, Medan, Sumatera Utara. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota maupun pusat perbelanjaan di Medan.
Mengapa Harus Berkunjung?
Rahmat Gallery bukan hanya tentang melihat hewan yang diawetkan, melainkan sebuah perjalanan refleksi tentang betapa kayanya keanekaragaman hayati bumi kita. Ini adalah tempat di mana ilmu pengetahuan bertemu dengan seni, menjadikan setiap sudut ruangan sebagai sumber inspirasi bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Objek Wisata Lain di Kota Medan
Berikut ini beberapa objek wisata lain di Kota Medan yang dapat anda kunjungi:
- Gedung Warenhuis: gedung yang bersejarah yang dulu dikenal sebagai super market pertama di pusat Kota Medan. Gedung Warenhuis awalnya merupakan milik perusahaan bernama N. V. Hü’tenbach asal Belanda.
- Kantor Pos Besar Medan: bangunan bersejarah ikonik di Kota Medan yang dibangun oleh pemerintah Belanda (1909–1911). bangunan ini dirancang oleh arsitek Snuyf dengan gaya Art Deco Geometrik. Terletak di pusat kota, gedung ini kini direvitalisasi menjadi Pos Bloc Medan, ruang kreatif multifungsi, kuliner, dan museum pos.
- Stasiun Kereta Api Medan: stasiun kereta api kelas besar tipe A yang menjadi pusat operasional utama PT KAI Divre I Sumatera Utara dan Aceh. Terletak di pusat Kota Medan, stasiun bersejarah yang dibuka tahun 1886 ini melayani kereta api penumpang jarak jauh, lokal, dan kereta bandara (City Railway Station).
- Tjong A Fie Mansion: rumah bersejarah dua lantai dengan 35 ruangan, dibangun tahun 1900 di Medan oleh saudagar Tionghoa dermawan, Tjong A Fie. Terletak di Jl. Ahmad Yani, Kesawan, bangunan ini memadukan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Art Deco. Kini menjadi museum populer untuk melihat interior asli dan sejarah kota Medan.
Informasi Wisata Lain
Tour ke Berastagi
Paket Wisata Taman Simalem Resort
Paket Tour Samosir
Paket Wisata Danau Toba
Open Trip Danau Toba
Paket Wisata Danau Toba Dari Silangit
Rental Bus Pariwisata Medan
Baca Juga:
Taman Buaya Medan | Penangkaran Buaya Terbesar di Indonesia
Kota Tua Kesawan | Menelusuri Jejak Sejarah “Paris van Sumatra”
Tjong Yong Hian | Tokoh Besar Filantropis Masa Lalu Kota Medan